Selasa, 06 Desember 2016

Strategi Mudacarikarir.com Pengusaha Yohanes Eka Chandra Menangkan Persaingan Bisnis Lowongan Kerja

Strategi Mudacarikarir.com Pengusaha Yohanes Eka Chandra Menangkan Persaingan Bisnis Lowongan Kerja


Dari sekitar 8 juta lebih para jobseeker di Indonesia, baru sekitar 20 persen pekerjaan yang tersedia di internet. Padahal masyarakat Indonesia dapat dikatakan cukup melek internet. Bahkan negara ini merupakan pengguna internet dan media sosial terbesar di Indonesia. Melihat fenomena demikian, pengusaha Yohanes Eka Chandra menggunakan insting bisnisnya untuk menciptakan sebuah bisnis yang fokus pada penyedia informasi lowongan kerja.
Menurut pengusaha YohanesEka Chandra website  lowongan kerja yang ada saat ini dapat dikatakan belum benar-benar mampu menjadi media penghubung yang maksimal. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan jaringan dan informasi perusahaan yang membuka peluang kerja. Pengusaha Yohanes Eka Chandra kemudian membuat Mudacarikarir.com untuk mencoba masuk ke bisnis web loker meski telah banyak yang bermain bisnis ini.
Untuk memenangkan persaingan, pengusaha Yohanes Eka Chandra menerapkan sesbuah strategi yang baik. Strategi tersebut diantaranya adalah dengan menampilkan dua fitur baru yang tidak dapat dipakai oleh web loker manapun. Dengan adanya fitur yang berbeda, tentu hal tersebut justru akan menaikkan tawaran bagi para  pencari kerja. Harga yang tepat juga menjadi salah satu andalan dari mudacarikarir.com untuk memenangkan persaingan bisnis web lowongan kerja. Jika website lain penyedia lowongan kerja membanderol biaya rata-rata di atas Rp 900 ribu untuk sekali posting bagi perusahaan pencari tenaga kerja, maka mudacarikerja.com hanya rp Rp 500 ribu.
Strategi Mudacarikarir.com Pengusaha Yohanes Eka Chandra Menangkan Persaingan Bisnis Lowongan Kerja
Selain itu, pengusaha YohanesEka Chandra juga melakukan modifikasi untuk fiturnya yaitu para pelamar pekerjaan tak perlu melampirkan cv. Hal tersebut merupakan strategi agar web pencari kerja miliknya mampu mencapai targetnya membidik tenaga kerja atau pencari kerja di sektor formal, dan informal. Dengan strategi yang dilancarkan tersebut pengusaha Yohanes Eka Chandra terbukti berhasil mengambil hati para masyarakatnya mesti keberadaannya baru. Sejak beroperasi di bulang September 2015, web tersebut memiliki lebih dari 3000 lowongan pekerjaan dan sebanyak lebih dari 700 perusahaan di Indonesia telah mendaftar sebagai pencari tenaga kerja.

Ke depan pengusaha YohanesEka Chandra terus memodifikasi dan mengembangkan fiturnya secara lebih sederhana dan lengkap. Kini, pengusaha Yohanes Eka Chandra pengunjung dari situs tersebut telah meningkat lebih dari 1000 pengunjung per hari terhitung dari waktu dua bulan sebanyak sekitar 5989 anggota telah mendaftar sebagai pengguna dari website ini.
Baca selengkapnya

Minggu, 04 Desember 2016

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya Menjadikan Makaron sebagai Usaha Kuliner yang Menjanjikan

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya
Nama Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya dikancah dunia bisnis Indonesia mungkin tidak begitu dikenal. Memang ia sendiri belum terlalu lama dalam menggeluti dunia usaha. Namun jangan salah, untuk masalah omzet yang ia dapatkan tidak main-main. Dia berhasil meraup 40 juta rupiah sehari dari #bisnis kuliner yang ia kelola belum lama ini. Lalu apa yang dikerjakan Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya sehingga ia bisa menghasilkan omzet yang demikian besar dalam sehari.

Nama Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya dikancah dunia bisnis Indonesia mungkin tidak begitu dikenal. Memang ia sendiri belum terlalu lama dalam menggeluti dunia usaha. Namun jangan salah, untuk masalah omzet yang ia dapatkan tidak main-main. Dia berhasil meraup 40 juta rupiah sehari dari #bisnis kuliner yang ia kelola belum lama ini. Lalu apa yang dikerjakan Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya sehingga ia bisa menghasilkan omzet yang demikian besar dalam sehari.

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya “hanya” menjual makaroni untuk bisa menghasilkan omzet yang besar terebut. Bagi seorang Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya nampaknya berjualan makanan kecil tidak membuatnya berkecil hati dan pesimis akan peluangnya ke depan. Namun justru dari sinilah ia mendapatkan sebuah ide brilian dan terus mengembangkan sayap bisnisnya. Lantas bagaimana ia bisa mendapatkan sukses dalam waktu yang relatif singkat dalam mengelola bisnisnya, mari kita simak ulasan berikut.
Baca selengkapnya

Kamis, 01 Desember 2016

Membuat Lampion Kertas Bersama Yohanes Chandra Ekajaya

Membuat Lampion Kertas Bersama Yohanes Chandra Ekajaya

Masyarakat Indonesia sebagian besar adalah muslim. Sebagai masyarakat Indonesia, pasti Anda semua mengetahui tentang tradisi lebaran, baik itu lebaran ketupat dan lebaran haji. Di Indonesia, sehari sebelum lebaran, pada malam harinya biasa diadakan pawai keliling yang disebut takbiran. Berdasar keterangan yang diperoleh Yohanes Chandra Ekajaya, dalam dua dekade ini transformasi takbiran sangatlah cepat. Bila pada zaman dahulu masyarakat menggunakan obor saat berkeliling, kini masyarakat sudah menggunakan lampion, bahkan lampion terbang.

Berdasar sejarahnya, lampion pertama kali diciptakan di negeri Tiongkok oleh dinasti Han. Yohanes Chandra Ekajaya juga mengatakan bahwa ada versi lain yang mengatakan bahwa lampion terbang diciptakan saat terjadi perang Samkok. Fungsi dari lampion ini pada awalnya adalah sebagai tanda pemberitahuan dari mata-mata untuk mata-mata. Jadi lampion merupakan salah satu perangkat spionase.

Untuk membuat lampion, Yohanes Chandra Ekajaya menggunakan bahan dari kertas minyak. Dengan menggunakan bahan dari kertas minyak, maka daya aerodinamis lampion terbang tersebut akan semakin bagus. Bahan dan peralatan yang digunakan untuk membuat lampion terbang pun tidak terlalu susah dicari, misalnya pisau, etanol, gunting, kertas minyak, kawat tembaga, potongan bambu, lem, dan sebagainya.

Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa pada prinsipnya membuat lampion terbang itu sama seperti membuat layang-layang. Bambu yang tipis-tipis kemudian dibentuk lingkaran. Kemudian ditempeli kertas, dan kawat tembaga dililitkan melingkar untuk menghantarkan panas supaya nanti lampion tersebut bisa terbang karena etanol yang dibakar.

Pada saat ini, fungsi dan peranan dari lampion terbang sudah bergeser dari maknanya di masa lalu, yaitu sebagai alat spionase. Menurut keterangan yang diperoleh Yohanes Chandra Ekajaya, fungsi dan peranan dari lampion terbang saat ini adalah sebagai simbol atau wujud rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta. Kemudian juga merupakan manifestasi doa yang dipersembahkan untuk Sang Pencipta.


Yohanes Chandra Ekajaya pun menambahkan bahwa fungsi dari lampion terbang saat ini juga bisa digunakan untuk merayakan hari besar atau hari raya dan acara-acara kebudayaan di tempat lapang. Sebab bila dilakukan di tempat sempit, nantinya bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca selengkapnya

Rabu, 30 November 2016

Yohanes Chandra Ekajaya Dan Sacilat Yang Menyenangkan

Yohanes Chandra Ekajaya Dan Sacilat Yang Menyenangkan

Di suatu daerah yang saat ini menjadi pusat dari lalu lintas kebudayaan dan peradaban, tepatnya di wilayah Jawa Tengah, sedang ramai dengan obrolan mengenai sacilat. Mereka mengatakan tentang para sacilat yang menyenangkan. Tentu saja saya, Yohanes Chandra Ekajaya sedikit roaming dengantopik yang menjadi bahan obrolan.

Perkenalkan, saya adalah Yohanes Chandra Ekajaya, seorang mahasiswa jurusan teknik sipil sebuah universitas swasta yang terkenal di kepulauan Bangka Belitung. Sudah tahu latar belakang saya kan? Maka wajar dan otomatis jika saya roaming ketika saya liburan ke Jawa Tengah dan menyambangi teman-teman saya. Terlebih mereka membicarakan sacilat yang menyenangkan.

Untuk kata-kata yang menyenangkan saya jelas sangat mengerti. Sebab itu berasal dari Bahasa Indonesia, sedangkan untuk kata sacilat, saya Yohanes Chandra Ekajaya mengalami kebingungan yang luar biasa. Bagaimana tidak bingung, itu bahasa apa?

Bagaimana pun, saya Yohanes Chandra Ekajaya sangat penasaran dengan arti kata tersebut. Dan tujuannya jelas supaya saya dapat memahami hal atau sesuatu yang sedang trending dan dibicarakan oleh teman-teman sebaya saya.

Kemudian saya bertanya kepada beberapa teman-teman saya yang laki-laki. Mereka malah tertawa ketika saya bertanya mengenai arti kata sacilat. Mereka malah berkata, “Wkwkwkw... Kowe, Yohanes Chandra Ekajaya, wis kekancan karo aku suwe banget ora reti artine sacilat? Sacilat tenan kowe wkwkwkw.”

Hati saya agak kecut mendengar jawaban mereka. Mungkin mereka menganggap saya bercanda karena saya tidak mengetahui arti dan makna dari kata sacilat. Tetapi demi jaga gengsi dan jaim saya pun ikut tertawa bareng mereka. Masa seorang Yohanes Chandra Ekajaya tidak bisa tahu arti kata tersebut.

Akhirnya, wanita selalu menjadi jawaban dari segala persoalan yang rumit. Saya, Yohanes Chandra Ekajaya untungnya sangat populer dikalangan para wanita. Dengan menggunakan segala macam bujuk rayu, pesona, dan kharisma, akhirnya para wanita pun membeberkan arti dan makna dari kata sacilat. Ternyata sacilat berasal dari Bahasa Jawa yang dibalik, atau lebih dikenal sebagai bahasa walikan, dan arti dari sacilat adalah bajingan.


Baca selengkapnya