Jumat, 13 Januari 2017

Chandra Ekajaya Mencoba Menjual Obat Sariawan

Obat Sariawan memiliki banyak sekali merek dagang tapi merek dagang milik Chandra Ekajaya yang mempunyai banyak permintaan di pasaran, karena terbuat dari bahan- bahan alami membuat obat ini tidak mempunyai efek samping, hanya dengan waktu 1 hingg 3 hari sariawan sudah hilang, bahkan obat ini juga dapat mengobati sakit gigi.
sariawan-remaja-Chandra-EKajaya


Toko milik Chandra Ekajaya terletak di daerah makasar yang mempunyai banyak cabang hingga merauke dan maluku, inilah yang membuat pesat penjualan obat sariawan miliknya. Dengan disertai cara pemakaian membuat obat ini mudah di gunakan oleh semua kalangan.

Tapi tetap saja Chandra Ekajaya mempunya sebuah tekad agar obat miliknya ini dapat terjual di luar negeri seperi thailand dan malaysia, begitu banyak persyaratan yang harus di capain untuk mengirim barang keluar, di tahun ini penjual selalu meningkat tajam di sertai dengan produk lainnya.
Baca selengkapnya

Selasa, 10 Januari 2017

Yohanes Chandra Ekajaya Tips breeding Igunana


Iguana merupakan hewan yang berasal dari tempat yang bersuhu tropis dan perlu tempat yang hangat. Suhu yang baik untuk perkembangan Iguana adalah 26-29 derajat C, tempat berjemur 32-35 derajat C. Dalam memelihara Iguana, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah kandang  dan makanan.

Persiapan Kandang.

Pembudidaya Iguana asal Surabaya Yohanes Chandra Ekajaya, menggunakan kandang yang terbuat dari besi atau kawat. Ukuran bervariasi dari 2,5 – 3,5 meter (panjang) x 1,5 – 2 meter (lebar) x 2 meter (tinggi).

Di dalam kandang semaksimal mungkin dikondisikan sesuai habitat aslinya supaya tidak mudah stress dan cepat berkembangbiak. Sediakan tempat minum dalam kandang, ranting untuk memanjat atau pohon kecil, alas berupa kardus yang salah satu bagian pojoknya diberi pasir.

Selanjutnya yang terpenting di atap kandang diberi naungan menutupi setengah bagian kandang untuk peneduh. Usahakan  kandang langsung terkena sinar matahari untuk menjaga metabolisme dan pertumbuhan tulang pada Iguana, sehingga mencegah Iguana agar tidak mudah sakit. Suhu kandang disesuaikan habitat aslinya sehingga sebaiknya di kandang dipasang termometer untuk memantau keadaan suhu. Kondisi kandang jauhkan dari keramaian.

Pemeliharaan. Iguana adalah binatang pemakan tumbuhan, itulah yang menyebabkan ia termasuk reptil yang jinak walaupun terkesan garang. Sebaiknya untuk memberikan makanan yang terdiri dari sayuran dan buah dalam keadaan fresh/segar, yang pemberiannya secara variatif.

Pemberian pakan harus dilakukan secara seimbang, terutama proporsi nutrisi dan jenis asupan. Makanan iguana yang sering digunakan seperti: sayuran (kangkung, tauge, sawi, selada, kol , dan wortel) serta buah (sawo, pisang, pepaya, melon, apel,  tomat), dan lain-lain
 
Makanan diberikan 2-3 kali sehari untuk Iguana muda dan 2—3 kali seminggu untuk Iguana dewasa. Porsi makanan harus cukup agar tidak ada makan yang terbuang. Porsi makanan ini akan bertambah setiap waktu. Oleh karena itu, sebaiknya jumlah makanan disesuaikan dengan ukuran atau bobot Iguana supaya tidak ada sisa makanan yang merupakan faktor utama yang membuat kandang menjadi kotor, lembap, dan berbau. Terkadang untuk menambah makanan sumber protein hewani, Iguana diberikan jangkrik, cacing, atau anak tikus.
Kuku merupakan bagian tubuh Iguana yang pertumbuhannya cepat. Kuku berfungsi mencengkeram permukaan tanah atau kayu ketika Iguana sedang berjalan. Namun demikian, kuku yang terlalu panjang juga akan mengganggu Iguana ketika sedang berjalan dan juga berbahaya bagi ownernya, seperti pengalaman YohanesChandra Ekajaya ketika terkena cakar iguana. Oleh karenanya, potong kuku Iguana secara rutin, kira-kira 2 minggu sekali. Gunakan gunting khusus untuk memotong kuku Iguana agar hasil potongan rapi.

Reproduksi. Iguana merupakan binatang yang berkembang biak dengan bertelur. Agar bisa ditetaskan, telur harus dibuahi/dierami oleh jantan. Hal ini terjadi melalui proses perkawinan secara alami. Agar proses perkawinan terjadi secara efektif, masukkan induk jantan dan induk betina dalam satu kandang. Perbandingan yang bagus untuk kawin, yakni 1 jantan dan 2-3 betina.

Yang menjadi pembeda antara jantan dan betina antara lain jengger jantan lebih panjang, tubuh lebih besar, wama kulit lebih terang, kepala lebih besar, dan terdapat jakun. Sedangkan Iguana betina jenggernya lebih pendek, tubuh lebih kecil, warna kulit lebih terang, dan kepala kecil.

Biasanya proses reproduksi terjadi setahun sekali yaitu bulan Agustus, lalu 1-2 bulan kemudian indukan akan bertelur, dan menetas paling lama sekitar bulan Januari. Sekali bertelur setiap indukan mampu bertelur sekitar 25-40 butir dan yang akan menetas hidup berkisar 80%.

Setiap kali bertelur akan menghasilkan 1-2 anakan yang paling berkualitas dengan ciri warna hijau pastel/hijau terang, bibir seperti memakai lipstick biru yang harga jualnya lebih mahal 3 kali lipat dari yang biasa kata Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya. Dalam siklus hidupnya, indukan betina kawin hanya sekali dalam 1 tahun dan yang jantan bisa 2-3 kali setahun.

Faktor makanan juga sangat mendukung terbentuknya telur yang fertile (bisa menetas). Saat sebelum kawin, berikan makanan yang berkualitas dalam jumlah yang cukup, baik bagi Iguana jantan maupun Iguana betina. Karena Iguana adalah hewan yang mudah stress seperti tidak nafsu makan, galak, warna kulit berubah jadi gelap.

Solusinya adalah dengan memperhatikan makanannya. Selain itu bisa kita pindahkan ke tempat yang lebih tenang. Dan berikan minum dan suplemen yang ditaburkan di makanannya. Misalnya Vitagel penambah mineral dan energi dengan dosis 1-3 cm diberikan 1-2 kali/hari pada waktu tidak nafsu makan saja. 
Baca selengkapnya

Senin, 09 Januari 2017

Yohanes Chandra Ekajaya Usaha Olahan Jengkol Jadi Cemilan


Yohanes ChandraEkajaya seorang pengusaha dan pebisnis sukses  Indonesia. Kegemaran akan masakan tradisional menjadi daya tarik tersediri bagi pria pebisnis ini. Terlebih dengan makanan tradisional yang satu ini, yaitu jengkol.

Jengkol merupakan makanan yang tidak kebanyakan orang suka, jengkol sebagai makanan pengundang bau mulut khas serta bau pesing pada air seni menyebabkan tak banyak orang yang suka akan makanan ini. Namun sebenarnya dengan formulasi bumbu yang tepat makanan satu ini dapat menjadi makanan yang sangat enak dan renyah.

Ditangan seorangYohanes Chandra Ekajaya, makanan ini dijadikan menjadi makanan ringan yang berbahan dari jengkol yang menggugah selera dan menghilangkan kesan makanan jengkol dikalangan masyarakat. Yohanes Chandra Ekajaya menyebutnya dengan Jengnyah.

Dengan kepercayaan bahwa makanan ringan (camilan) berbahan dasar jengkol ini nantinya  akan banyak penggemarnya, Chandra mulai memperkenalkan produk Jengnyah kepada masyarakat pada tahun 2012. Selain optimisme, Chandra juga memutar otak agar bisa menjawab tuntutan kreativitas dunia usaha masa kini. Dua faktor inilah yang membuat Yohanes Chandra Ekajaya atau mas Chandra mencari objek produk yang berbeda, menarik perhatian, tapi tetap membuat konsumen senang dan cita rasa nya unik. Jengkol menjadi jawabannya. Makanan yang selama ini kerap dianggap "Makanan Bau" justru dibaca sebagai peluang meraup rupiah.


Akhirnya, di tangan seorang Yohanes Chandra Ekajaya, jadilah jengkol menjadi Jengnyah. Selain jaminan rasa yang lezat dan teksturnya yang sangat empuh, produk jengkol olahan Chandra diklaim punya dampak yang baik bagi kesehatan karena bisa menyembuhkan dan bebas bahan pengawet karena bahanya tidak mencampurkan bahan pengawet. Apalagi, dampak bau khas jengkol yang kerap dikhawatirkan banyak penikmat makanan pun hilang dari produk Jengnyah. Semua berkat olahan jengkol berbumbu rendang racikan sang istri.

Pengusaha Yohanes ChandraEkajaya menuturkan bahwa kebanyakan orang yang awalnya tidak menyukai akan olahan jengkol, setelah mencoba dan mencicipi ketagihan akan sensasi yang di rasakan. Awalnya mungkin mereka masih berpikiran bahwa olahan itu sama saja dan tidak bisa menghilangkan rasa dan bau jengkol yang sangat khas, Namun anggapan itu sirna seketika setelah mencoba.

Kini penggemar makanan olahan jengkol ini pun semakin banyak dari hari kehari, Hal ini berdampak terhadap omset yang di dapat oleh seorang Yohanes Chandra Ekajaya. Pendapat semakin bertambah harga yang dibanderol pun terbilang sangat terjangkau, per kemasan dengan berat 200 gram, dia jual seharga Rp 15 ribu. Dengan harga itu, keuntungan per bulan yang didapat Chandra mencapai Rp 1,8 juta. 


Yohanes Chandra Ekajaya menuturkan bahwa dia akan terus memberikan olahan jengkol yang bisa dinikmati oleh penikmat kuliner nusantara. Cita-citanya adalah membuka cabang atau store penjualan di beberapa kota besar di Indonesia dan semakin memperkenalkan olahan jengkol kepada masyarakat.
Baca selengkapnya

Minggu, 08 Januari 2017

Yohanes Chandra Ekajaya Olah Limbah Ikan


Segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang sia-sia. Itulah slogan dan prinsip yang dipegang oleh Yohanes Chandra Ekajaya. Prinsip itu pun ia bawa dan aplikasikan dalam mengolah limbah ikan. Misalnya kulit dan sisi ikan gabus. Ia mengatakan bahwa selama ini sisik dan kulit ikan gabus dibuang begitu saja oleh pedagang ikan di pasar tradisional.
Yohanes Chandra Ekajaya


Yohanes Chandra Ekajaya adalah satu pemuda yang termasuk kreatif. Makanya ia tidak ingin bahan-bahan baku yang berasal dari alam terbuang percuma. Kulit dan sisik ikan gabus yang dibuang oleh para pedagang digunakannya untuk membuat produk keripik kulit ikan gabus dan peyek ikan gabus.

Bila berbicara soal rasa, keripik kulit, dan peyek ikan gabus yang dibuat oleh Yohanes Chandra Ekajaya, maka hal itu tidak perlu ditanyakan lagi. Sebab bumbu dan cara memasaknya sangat khas, sehingga bisa dipastikan rasanya sangat enak dan lezat. Bila dikaitkan dengan bisnis, pemuda ini mendapatkan keuntungan yang berlipat karena limbah ikan gabus yang diperolehnya ia dapatkan dengan harga yang sangat murah.

Menurut Yohanes Chandra Ekajaya, biasanya para pedagang hanya mengambil daging ikan gabus untuk digunakan sebagai bahan pembuat empek-empek. Sedangkan kuliatnya hanya dibuang begitu saja karena dianggap tidak berguna. Sehingga pemuda satu ini tidak kesulitan dalam mendapatkan bahan baku untuk keripik dan peyeknya, karena bahan baku tersebut sebenarnya dibuang oleh para pedagang ikan.

Saat memulai bisnis ini pun Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa dirinya hanya bermodalkan rasa percaya diri dan tanpa uang alias gratis. Ia mendatangai banyak pedagang ikan dan meminta kulit dan sisik ikan gabus. Biasanya sisik ikan menempel pada kulit ikan.

Tetapi tutur pengusaha muda ini, perjuangan yang lebih keras sebenarnya saat membersihkan kulit dan sisik. Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa ia harus meminta tolong pada orang lain untuk membantunya. Pembersihan ini juga akan menurunkan jumlah kuantitas kulit dan sisik. Sebab dari 10 kilogram kulit dan sisik, setelah dibersihkan hanya menjadi dua kilogram.
Baca selengkapnya

Kamis, 05 Januari 2017

Yohanes Chandra Ekajaya Lejitkan Sepatu Ke Penjuru Dunia


Yohanes Chandra Ekajaya dikenal sebagai salah satu pengusaha muda yang aktif dalam menciptakan aneka inovasi bisnis. Mulai dari fashion hingga kuliner, lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini terbukti sukses dalam meraup pundi-pundi emas lewat produk-produk terpercayanya. Tak terbayangkan, dari hasil jerih payahnya, Yohanes Chandra Ekajaya pun berhasil memperoleh predikat pengusaha sukses berkat salah satu produk bisnisnya yang baru yaitu sepatu. Yohanes Chandra Ekajaya berhasil melambungkan bisnisnya tersebut hingga mampu meraup omzet hingga Rp 200 juta untuk setiap bulannya.
Yohanes Chandra Ekajaya


Bagi Yohanes Chandra Ekajaya, dunia wirausaha tak hanya mengenai kecerdikan seseorang dalam meraup pundi-pundi rupiah. Dikenal sebagai seorang penyuka sepatu impor, justru hobi tersebut menjadi latar belakang dirinya menciptakan bisnis sepatu untuk pria kelahiran 1990 ini. Dengan kredibilitas dan optimisme yang tinggi, Yohanes Chandra Ekajaya mendesain aneka produknya dan dibanderol dengan harga yang bersahabat. Yohanes Chandra Ekajaya berambisi pula agar produk sepatunya dapat menembus pasar sepatu luar negeri. Oleh karena itu, konsep khas urban boot dan sepatu kasual menjadi salah satu gaya yang dipilih untuk produk-produk sepatunya.

Yohanes Chandra Ekajaya, seorang pengusaha sukses ini pun telah berhasil membuka berbagai macam lapangan pekerjaan bagi orang lain. Ia memang tengah mempekerjakan sedikitnya sekitar 20 orang karyawan dari awalnya hanya sekitar 3 orang di bagian produksi.

Selepas tiga tahun berjalan, Yohanes Chandra Ekajaya ini terus mengalami lonjakan penjual setelah dilakukan berbagai macam pemasaran via online. Sepatu yang diberinama Nationale ini memang tengah populer di kalangan masyarakat urban hari ini.

Berbagai produknya pun telah terdistribusi hampir ke berbagai mal, footwear shop, dan outlet-outlet distro. Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan bahwa keberhasilannya meraih sukses besar dalam pasar sepatu di Indonesia dilandasi dari tingginya minatnya dalam membuka bisnis tersebut.

Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan pula bahwa kini omzetnya mencapai Rp 400 juta untuk setiap bulannya. Namun, meski telah meraup sukses, Yohanes Chandra Ekajaya tak sedikitpun berpuas dari dari pencapaian yang ia dapatkan.
Baca selengkapnya

Rabu, 04 Januari 2017

Setup Makaroni Yohanes Chandra Ekajaya Khas Solo


Salah satu makanan khas dari kota Solo yang satu ini sudah cukup terkenal di nusantara bahkan merupakan salah satu hindangan yang disajikan dalam acara-acara besar yang diadakan oleh kraton solo. Setup macaroni namanya, berbahan dasar macaraoni dipadu dengan susu sebagai bahan pembuat kuahnya. Pada kesempatan kali ini Yonanes Chandra Ekajaya menyajikan salah satu resep setup macaroni khas solo yang enak dan lezat. Berikut ini beberapa bahan beserta langkah-langkahnya dalam membuat stup macaroni khs Solo:

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat stup macaroni khas Solo:
·      500 gram macaroni direbus janngan terlalu lunak
·      4 butir telur ayam kocok lepas
·      500 gram daging ayam dipotong dadu
·      1 buah bawang bombay
·      6 siung bawang putih
·      500 ml susu cair
·      1 sendok teh pala bubuk
·      1 sendok makna mentega
·      Garam secukupnya
·      Merica secukupnya
·      Air secukupnya


Langkah-langkah membuat setup macaroni khas  Solo:
1.     Tumis dengan mentega bawang putih, bawang bombay dengan api sedang.
2.     Masukkan daging ayam yang sudah dipotong dadu kedalam tumisan, masak hingga warnanya berubah.
3.     Tambahkan susu, garam, merica, dan papal bubuk masak hingga air mendidih.
4.     Masukkan macaroni kedalam susu cair dan tambahkan sedikit air.
5.     Masukkan telur yang telur yang sudah kita kocok hingga matang.
6.     Sajikan dalam keadaan hangat

Sajian setup macaroni Yohanes Chandra Ekajaya sangat cocok disajikan dalam keadaan hangat diwaktu musim hujan. Yohanes Chandra Ekajaya pun tak menampik setiap hawa dingin tiba dirinya kerap membuat setup macaroni sebagai penghangat tubuh dan pengusir rasa lapar. 
Baca selengkapnya

Yohanes Chandra Ekajaya Sang Raja Kue Basah di Malaysia


Yohanes Chandra Ekajaya merupakan seorang pengusaha muda sukses asal Indonesia yang dikenal lewat saah satu bisnisnya yang fokus pada bidang kuliner. Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur tersebut memang tengah menggeluti sebuah bisnis kue, dimana ia menggunakan label WetCake. 
Yohanes Chandra Ekajaya


Kedai kue tersebut dibuka pada tahun 2011 yang diambil dari arti harfiah kue basah dan ditranslasikan ke dalam bahasa Inggris. Memang benar, bisnis Yohanes Chandra Ekajaya sangat populer hampir di semua kalangan. Pasalnya, kue-kue asli nusantara tersebut memiliki cita rasa yang sangat istimewa dan memiliki harga yang sangat terjangkau.

Bagi Yohanes Chandra Ekajaya, kuliner adalah bidang bisnis yang sangat potensial. Sejak masih remaja, lelaki yang identik dengan rambut kribo ini sudah bercita-cita ingin membuat sebuah kedai kue yang berbeda dari lainnya. Hobi memasaknya memang sudah tampak ketika ia masih menginjak usia remaja.

Kini, Yohanes Chandra Ekajaya sukses lewat bisnis kue basah asli Nusantara yang dibuka di Malaysia. Aneka varian rasa seperti chiffon cake, kue lapis, kue cokelat, kue strawberry, kue tango, dan butter cake. Bersamaan dengan bertambahnya gerai impor, jumlah permintaan kue basah di WetCake memang terus melonjak.

Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan bahwa kunci keberhasilan dalam menekuni bisnis dikarenakan ia selalu memegang teguh prisnip bekerja dengan hati. Hal tersebut tercermin dari cara dan bahan-bahan yang digunakan untuk menyajikan beraneka maca varian camilan yang memiliki kualitas istimewa. Dari mulai belanja bahan kue sampai pembuatannnya, semua ditanganinya sendiri. Karyawan tersebut menangani pembersihan loyang-loyang dan peralatan lainnya, serta membantu pengantaran ke supermarket.

Kali ini, Yohanes Chandra Ekajaya telah berhasil mempekerjakan sekitar 400 karyawan yang bekerja di kedai kuenya tersebut. Kini penjualan rata-rata untuk tiap harinya 30 ribu kue basah. Untuk kue lapisnya, kini ia dapat menggunakan 300 lebih loyang untuk tiap harinya, chiffon cake 600-700 loyang tiap harinya, dan kue ulang tahun yang dapat terjual hingga 900 kue untuk tiap harinya.
Baca selengkapnya