Senin, 17 April 2017

Pemberdayaan SDM Indonesia



PEMBERDAYAAN sumberdaya manusia (SDM) Indonesia, saat ini, menjadi keharusan untuk menghadapi berkah bonus demografi pada tahun 2025-2030. Ketika itu, jumlah penduduk usia produktif, antara usia 15 dan usia -64 tahun, akan sangat tinggi. Pemberdayaan SDM juga mampu mempercepat peningkatan produksi negara.

Bonus demografi menjadi modal besar bagi Indonesia, bila kualitas SDM-nya tinggi dan memiliki daya saing di era pasar bebas. Selain itu. bonus demografi mampu melepaskan diri dari keterjebakan sindrom negara berkembang.

Untuk itu, prioritas pembangunan nasional yang diletakkan pada bidang kesehatan sebagai pilar utama menjadi sangat penting.

Dengan demikian, Indonesia dapat memastikan pembangunan nasional sesuai kebutuhan pembangunan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Kebijakan yang merupakan pilihan pendekatan penajaman bagi upaya percepatan pembangunan adalah kualitas kesehatan berbasis perdesaan.

Kebijakan tersebut diarahkan pada pilihan prioritas pembangunan bagi penjaminan ketersediaan dan berfungsinya determinan faktor kualitas kesehatan, yaitu dokter puskesmas bagi setiap puskesmas. Bidan desa bagi setiap desa. Air Bersih dan Sanitasi bagi setiap rumah tangga. Gizi seimbang terutama bagi ibu hamil, menyusui, bayi dan balita di seluruh perdesaan.

Sasaran prioritas lokasi Perdesaan Sehat pada 158 kabupaten daerah tertinggal yang memiliki nilai indeks pembangunan manusia kurang dari 72,2. Selain itu, memiliki nilai angka harapan hidup kurang dari 68,8 tahun.

Berkaitan dengan kualitas SDM di Tanah Air, problematika kependudukan kian memprihatinkan. Jumlah penduduk yang teramat tinggi, tanpa diimbangi oleh kualitas sumber daya manusia yang baik. Kondisi tersebut bisa menjadi suatu petaka.

Setiap tahun, penduduk Indonesia bertambah empat hingga lima juta jiwa. Itu berarti setiap hari lahir 10.000 bayi. Kualitas SDM Indonesia pun masih rendah, seperti yang ditunjukkan oleh Indeks Pembangunan Manusia Indonesia yang berada di urutan ke-124 dari 182 negara di dunia.

Wajar bila sejumlah pengamat kependudukan menyebutkan, Indonesia bisa mengalami musibah demografi pada tahun 2020. Musibah yang terjadi akibat penduduk usia muda melimpah, tidak memiliki keterampilan dan pekerjaan.

Padahal, kenyataan itu bisa menjadi bonus demografi dan menjadi kekuatan yang membanggakan, jika penduduk usia muda berkualitas tinggi.


Bagikan

Jangan lewatkan

Pemberdayaan SDM Indonesia
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.