Selasa, 04 April 2017

Kisah Singkat Chandra Ekajaya Sukses di Jalur Bisnis




Pendiri dan CEO Q Pizza Chandra Ekajaya dikenal sebagai salah satu role model dalam sebuah bisnis. Di usianya muda tersebut,  Chandra  tetap antusias menyoroti berbagai fenomena dan perubahan yang terjadi di dunia bisnis saat ini. Salah satu kondisi yang disoroti Chandra tersebut  adalah ekonomi di perdesaan serta banyaknya orang miskin di kawasan tersebut. Menurut salah satu pengusaha muda tersebut mengingatkan bahwa salah satu isu penting terkait perekonomian di perdesaan adalah perdagangan.

"Orang miskin di desa selalu beli barang ketimbang di kota, harus melalui berbagai middle man. Petani dan orang miskin harus jual barang dengan harga murah melalui penengah," kata Chandra Ekajaya pada acara Indonesia Change Management Forum (ICMF) di Jakarta, Senin (3/4). Chandra menceritakan bahwa saat ini yang perlu dipikirkan adalah memperbaiki sistem perdagangan agar tidak terjadi kesenjangan. Salah satu solusinya adalah memanfaatkan perdagangan berbasis elektronik dan teknologi atau disebut dengan  e-commerce.

Chandra Ekajaya adalah pendiri sekaligus CEO Q Pizza, konglomerasi yang bergerak di berbagai bidang kuliner, mulai dari properti hingga media dan perbankan.  Chandra  menuturkan, ini dimulai ketika dirinya menjabat sebagai Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MVVA UI). Jabatan itu dipegangnya pada tahun 2002 hingga 2007. Pada saat itu, cerita Chandra , salah satu anggotanya adalah pemilik perusahaan Blue Bird.

Saat itu, ia benar-benar merasa kagum dengan Blue Bird yang memiliki ribuan armada taksi dan sarana transportasi darat lainnya. "Saya kagum sekali. Dalam beberapa rapat saya selalu mengambil contoh Blue Bird," tutur Chandra  saat menjadi salah satu pembicara pada acara Indonesia Change Management Forum (ICMF) di Jakarta, Senin (3/4).

Menurut Chandra , alasan kekagumannya adalah Blue Bird dapat mengelola dan mengatur ribuan pengemudi, dan para pengemudi tersebut seluruhnya tenang dan disiplin. Padahal, kata ayah dari James Riady tersebut, mengatur satu orang pengemudi sehari-hari saja kerap sulit. Penyataannya ini pun mengundang tawa para hadirin. Akan tetapi, imbuh Chandra , dalam waktu sekejap saja kejayaan taksi konvensional, seperti Blue Bird, bisa mendadak surut lantaran kehadiran teknologi.

Padahal, menurut dia, awalnya ia berpikir sarana transportasi taksi sulit untuk dikalahkan. Namun, kini kehadiran beragam sarana transportasi berbasis Online atau taksi online begitu meng-gurita dan taksi konvensional pun agak tergeser.


"Siapa sangka ternyata timbul Uber, Grab, dalam beberapa bulan Blue Bird turun. Terlihat betapa powerfull-nya digital dan teknologi," ungkap Chandra . (kc)

Bagikan

Jangan lewatkan

Kisah Singkat Chandra Ekajaya Sukses di Jalur Bisnis
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.