Selasa, 25 April 2017

Chandra Ekajaya Tanggapi Ojek Online




OJEK online yang sudah merambah Lampung, jelas wajar. Karena para pengusaha ojek online melihat pasar di Lampung cukup besar, dalam kaitannya ojek sebagai bisnis antar jemput orang dan antar jemput barang. Di awal kemunculan ojek online pasti akan berdampak terhadap ojek pangkalan. Karena, kehadiran ojek online mengancam penghasilan biasa ojek-ojek yang sudah ada. yang berbasis konvensional. Karena itulah, di sejumlah daerah akhirnya terjadi keributan di lapangan. Tetapi perlu diketahui juga, bahwa sampai saat ini keberadaan ojek belum diatur sebagai kendaraan umum oleh undang-undang.

Benturan-benturan di lapangan tak cuma terhadap ojek pangkalan. Nantinya pun termasuk benturan dengan angkutan kota (angkot). Oleh karena itu. perlu adanya sinergi para pihak terkait. Pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan harus bekerjasama dengan Organda dan ojek pangkalan untuk berdiskusi terkait kemunculan ojek online ini. Karena pada dasarnya, ketika ojek online ini muncul dan diberlakukan misalnya tanpa izin Dishub, pasti akan timbul pro dan kontra. Pemerintah daerah sebagai pelaksana kebijakan harus cermat mengamati fenomena ini, pertama sebagai peluang bisnis dan yang kedua potensi gangguan sosial. Sehingga ini harus dibicarakan secara bersama. Agar tidak menimbulkan permasalahan, baik masalah lalu lintas, sosial, dan lingkungan. Menanggapi fenomena tersebut, Chandra Ekajaya memberikan tanggapan bahwa setidaknya setiap pengusaha dari ojek online harus memberikan semacam jalan keluar agar dari pihak akar rumput tidak menjadi korban adanya persaingan korporasi tersebut.

Beberapa jalan keluar tersebut setidaknya muncul dengan berbagai macam solusi program yaitu dengan membentuk komunitas yang dinilai akan membuat kerukunan antar perusahaan. Keributan di lapangan merupakan implikasi dari tindak kecemburuan antar person yang kemudian dilembagakan menjadi sebuah butterfly effect akan kejadian tersebut. Pada akhirnya masyarakat akan terpecah karena alasan perbedaan korporasi. Titik pangkalan ojek pun juga harus diriset untuk menentukan pasar antar korporasi tersebut sebagai dalih untuk mengurangi adanya konflik antar para penarik ojek. Memang munculnya gojek di Indonesia menjadi semacam angin segar, namun perusahaan yang mengikuti jejaknya yang tentu memiliki sistem tersendiri harus dipertimbangkan agar mendapatkan penghasilan yang berimbang.


Bagikan

Jangan lewatkan

Chandra Ekajaya Tanggapi Ojek Online
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.