Selasa, 25 April 2017

Chandra Ekajaya Si Loper Koran

Pengusaha Chandra Ekajaya sangat senang sekali bila menceritakan kisah hidupnya. Sebab perjalanan hidupnya tersebut dapat memotivasi dan menginspirasi banyak orang. Pada awalnya ia bekerja sebagai seorang loper koran. Setiap pagi ia selalu mengantarkan koran milik pelanggan ke rumahnya masing-masing. Sering kali jumlah pelanggannya bertambah ataupun wilayah kerjanya ditukar. Sehingga ia harus menyesuaikan diri lagi dengan alamat tempat tinggal para pelanggannya. Hingga di suatu hari ia mengantarkan koran ke seorang pelanggan. Rumahnya sangat teduh dan besar, apalagi di halaman tersebut ada pohon durian yang sangat besar. Buah-buahnya sangat ranum dan segar dilihat. 

Melihat rumah pelanggannya itu, Chandra Ekajaya mulai tergerak semangat dan geloranya untuk bisa memiliki rumah seperti itu. Mulailah ia bekerja lebih rajin lagi. Dari koran atau surat kabar, ia biasa membaca pengumuman atau kesempatan lowongan kerja. Tetapi karena pendidikan terakhirnya rendah, maka ia urungkan untuk mencari kerja. Ia mulai berusaha menjadi seorang pebisnis.

Perjalanan Pengusaha Chandra Ekajaya


Bisnis yang dilakoninya terhitung masih kecil-kecilan. Chandra Ekajaya membeli buku-buku bekas milik warga dan kemudian menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Dari membeli buku, lalu dibacanya, kemudian dipilah-pilahnya, ia kemudian terampil mengategorikan jenis buku. Melihat usahanya yang semakin berkembang, pengusaha asal Malang, Jawa Timur ini kemudian menyewa sebuah ruko dan menjadikannya sebagai los atau kios buku. 

Pada awalnya kios ini sangat sepi. Secara perhitungan, Chandra Ekajaya justru merugi karena harus membayar biaya sewa sedangkan pemasukan pun tak kunjung datang. Akhirnya ia berencana membuat promosi di dunia akademis, seperti universitas ataupun sekolah. Ia menggaet komunitas-komunitas yang bergerak di dunia literasi, sehingga toko bukunya selalu ramai setiap harinya. Mereka selalu berdiskusi dan membicarakan tentang segala sesuatu, baik sastra, sejarah, filsafat, dan ilmu alam. Tetapi yang lebih menyenangkan bagi pengusaha yang belum genap berusia 30 tahun ini buku-bukunya semakin laris dibeli. Bahkan, karena komunitas yang berada di situ mulai memunculkan penulis berbakat, maka pebisnis ini berencana untuk membuat penerbitan, percetakan, dan toko buku sendiri.

Bagikan

Jangan lewatkan

Chandra Ekajaya Si Loper Koran
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.