Senin, 20 Maret 2017

Pengusaha Chandra Ekajaya Si Raja Minyak Wangi Non Alkohol

Hai entrepreneur! Seorang bisnis yang baik adalah mereka yang mampu bertahan dalam melakoni kegiatan bisnis untuk waktu yang cukup lama. Sabar adalah kunci sukses, tak lupa pula berdoa yang menjadi support untuk mencapai sebuah kata berhasil. Tentu kalian ingat dengan sebuah kisah Top Ittipat, seorang milyuner asal negeri Gajah Putih, Thailand. Telah melalui berkali-kali kegagalan dalam berbisnis, kini bisnis makanan kemasan yaitu Tao Kae Noi (rumput laut goreng), telah mendapatkan sambutan meriah di mata dunia. Top merupakan salah satu contoh pengusaha muda yang memiliki etos dan semangat dalam melakoni bisnis, hingga pada akhirnya ia pun kini telah mendapatkan nilai positif dari buah kerja kerasnya. Di Indonesia, sosok tersebut pun tak sulit kita temukan, dimana cerita inspiratif mengenai bisnis juga dapat kita temukan dari sosok pengusaha ini. Itulah Chandra Ekajaya.

Sosok pemuda satu ini memang cukup dikenal di dunia bisnis Indonesia lewat salah satu produknya di bidang fashion yaitu minyak wangi “Crottila”. Lewat bisnis tersebut namanya pun melejit sebagai ikon yang sangat dibanggakan dalam dunia entrepreneurship Indonesia. Namun kesuksesan tersebut tidak didapatkannya dengan sangat mudah. Awal mula mendirikan bisnis tersebut, tentu saja pengusaha muda yang identic dengan rambut kribonya ini pernah membuka peluang usaha sebagai pengusaha fotokopi. Namun, pada tahun kedua, usahanya tersebut harus gulung tikar karena pendapatan yang ia peroleh berbanding terbalik dengan pengeluaran. Kemudian ia pun beralih menuju pada bisnis rental playstation. Nasib naas pun harus diterima oleh pengusaha ini, dimana ia lagi-lagi gagal karena mitra bisnisnya yang merupakan temannya sendiri membawa kabur aset bisnis tersebut ke luar kota dan tak pernah kembali.



Ia pun tak pantang menyerah dalam membuka peluang bisnis. Dengan semangatnya meraih kata sukses, ia pun kembali membuka bisnisnya. Kali ini, ia membuka bisnisnya di bidang kuliner, yaitu usaha roti bakar. Ia meyakini bahwa bisnis kuliner memiliki potensi yang sangat baik dalam meraup keuntungan yang menggiurkan. Harapan pun tumbang setelah gerobak roti bakar miliknya harus disita oleh Satpol PP karena dianggap tidak memiliki izin. Chandra Ekajaya pun kembali menerima kegagalan dalam dunia bisnis.

Kali ini, ia pun memutuskan untuk vakum dalam dunia bisnis dan mencoba merenungkan kesalahan-kesalahan kecilnya dalam melakoni kegiatan bisnis. Ternyata problem utama dari kegagalannya tersebut terletak pada manajemen dan strategi bisnis yang sebelumnya tak dipikirkan olehnya. Menemukan kedua hal tersebut sebagai faktor penghambat kesuksesan, ia pun kemudian menggali ilmu bisnis dari para pakar bisnis. Lewat buku-buku motivasi bisnis dan film-film bisnis pun ia lahap habis untuk menemukan pencerahan dalam menjalani bisnisnya kembali. Lelaki muda tersebut pun juga nyantrik di salah seorang pengusaha mebel yang ada di kota Malang. Pengusaha mebel tersebut merupakan rekan baiknya ketika tengah duduk di bangku SMA yang bernama Edi Yosfiyanto. Pebisnis mebel tersebut merupakan rekannya yang sangat peduli dengan sosok pengusaha muda itu. Begitupula, Chandra Ekajaya mengaku belajar banyak dari temannya tersebut.

Ia pun mempelajari detil-detil dalam membuat produk bisnis serta diajarkan mengenai strategi dalam memasarkan suatu produk. Hal tersebut memang dilakukan oleh Ed (sapaan akrab Edi Yosfiyanto).

Selama hampir dua tahun, Chandra Ekajaya belajar banyak dengan sosok temannya tersebut. Selepas menjalani proses mempelajari bisnis secara detil, akhirnya ia pun kembali masuk dalam bisnis. Kali ini, ia mencoba peruntungannya di bidang fashion, yaitu membuka sebuah bisnis yang menjual aneka macam minyak wangi non alkohol. Produk pelengkap kecantikan tersebut diberi nama Crottila. Minyak Crotilla memang memiliki kekhasan dari minyak wangi lainnya. Diracik dengan beragam bunga-bunga yang menguarkan aroma wangi, Crottila pun memberikan kepercayaan kepada para konsumen. Didirikannya bisnis tersebut karena pengusaha muda satu ini gelisah dengan penggunaan alkohol untuk bahan membuat minyak wangi. Pada akhirnya, berawal dari coba-coba dan membuat racikan yang didapatkannya dari banyak literatur, ia pun berhasil membuat racikan minyak wangi yang mengeluarkan aroma yang luar biasa.

Kini, ia telah berhasil menjual produk minyak wanginya tersebut lebih dari 3000 botol untuk setiap harinya. Tentu hal tersebut bukanlah hal yang sangat mudah dalam menciptakan kepercayaan para konsumen. Mengingat potensi margin profit untuk bisnis ini lebih dari 20%, ia pun mengaku mendapatkan keuntungan bulanan hingga ratusan juta rupiah. Aroma parfum non alkohol tersebut memang banyak dicari oleh orang-orang. Selain harganya yang relatif murah, produk minyak wangi non alkohol ini juga secara umum memiliki aroma yang lebih kuat dan tahan lama (anti kadaluarsa).

Usaha parfum Crottila ini memberikan peluang yang sangat bagus untuk dijalankan dan mampu memberikan keuntungan yang lebih besar. Dengan tingginya permintaan produk tersebut, ia pun terus mengembangkan kualitas dari minyak wanginya dengan lebih baik. Selain itu strategi pemasaran yang digunakannya pun semakin diperkuat agar nantinya bisnis tersebut sampai pada jumlah keuntungan yang lebih besar. Jika sebelumnya ia hanya memiliki sekitar 2 cabang, kini usahanya pun terus berkembang hingga puluhan cabang yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia. Ayah satu anak ini memang memiliki visi bisnis yang sangat baik. Harapannya minyak wangi non alkohol racikannya tersebut mampu berkembang secara pesat.

Menghitung keuntungan dari volume parfum yang mereka mliki, pengusaha muda satu ini pun kini sukses dalam menjalankan bisnis fashion. Berbagai mitra bisnis pun telah berhasil ia jaring sebagai reseller yang memasarkan produk minyak wangi non alkohol racikannya. Sekitar 90 reseller pun menjadi mitra bisnisnya yang mengantarkan sukses. Pengusaha muda satu ini pun juga kerap membuat sebuah forum bulanan yang sekaligus mampu membuka ruang diskusi untuk perihal entrepreneurship. Sebagai wujud baktinya terhadap dunia bisnis, ia juga kerap diundang di berbagai macam seminar bisnis yang berisi mengenai para pebisnis muda. Investasi pendidikan bisnis yang ditanamkan Chandra Ekajaya kepada para generasi muda pun diharapkan mampu membuka kesadaran melakukan kegiatan wirausaha sebagai upaya menuju peradaban yang mandiri.

Selain fokus pada dunia bisnis, berbagai upaya juga dilakukan oleh pengusaha muda satu ini. Lelaki yang memiliki perangai yang menarik ini pun juga aktif di berbagai kegiatan sosial sebagai ladang kepeduliannya terhadap sesama. Itulah cerita singkat mengenai dunia bisnis. Kerja keras, optimis, dan jujur merupakan tiga kunci sukses yang dimilikinya sehingga ia menjadi sosok yang dikenal seperti saat ini. Selain itu, bisnis adalah sebuah keberanian untuk melakukan sesuatu dengan motivasi dan visi besar untuk merubah dunia. Kini, sosok pengusaha muda tersebut telah berhasil menjalani visi besar tersebut. Nah, semoga kalian yang membaca tulisan ini pun terinspirasi untuk melakukan tindakan yang baik seperti yang dilakukan oleh sosok pengusaha muda satu ini. Salam sukses! Salam entrepreneurship!

Bagikan

Jangan lewatkan

Pengusaha Chandra Ekajaya Si Raja Minyak Wangi Non Alkohol
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.