Senin, 09 Januari 2017

Yohanes Chandra Ekajaya Usaha Olahan Jengkol Jadi Cemilan


Yohanes ChandraEkajaya seorang pengusaha dan pebisnis sukses  Indonesia. Kegemaran akan masakan tradisional menjadi daya tarik tersediri bagi pria pebisnis ini. Terlebih dengan makanan tradisional yang satu ini, yaitu jengkol.

Jengkol merupakan makanan yang tidak kebanyakan orang suka, jengkol sebagai makanan pengundang bau mulut khas serta bau pesing pada air seni menyebabkan tak banyak orang yang suka akan makanan ini. Namun sebenarnya dengan formulasi bumbu yang tepat makanan satu ini dapat menjadi makanan yang sangat enak dan renyah.

Ditangan seorangYohanes Chandra Ekajaya, makanan ini dijadikan menjadi makanan ringan yang berbahan dari jengkol yang menggugah selera dan menghilangkan kesan makanan jengkol dikalangan masyarakat. Yohanes Chandra Ekajaya menyebutnya dengan Jengnyah.

Dengan kepercayaan bahwa makanan ringan (camilan) berbahan dasar jengkol ini nantinya  akan banyak penggemarnya, Chandra mulai memperkenalkan produk Jengnyah kepada masyarakat pada tahun 2012. Selain optimisme, Chandra juga memutar otak agar bisa menjawab tuntutan kreativitas dunia usaha masa kini. Dua faktor inilah yang membuat Yohanes Chandra Ekajaya atau mas Chandra mencari objek produk yang berbeda, menarik perhatian, tapi tetap membuat konsumen senang dan cita rasa nya unik. Jengkol menjadi jawabannya. Makanan yang selama ini kerap dianggap "Makanan Bau" justru dibaca sebagai peluang meraup rupiah.


Akhirnya, di tangan seorang Yohanes Chandra Ekajaya, jadilah jengkol menjadi Jengnyah. Selain jaminan rasa yang lezat dan teksturnya yang sangat empuh, produk jengkol olahan Chandra diklaim punya dampak yang baik bagi kesehatan karena bisa menyembuhkan dan bebas bahan pengawet karena bahanya tidak mencampurkan bahan pengawet. Apalagi, dampak bau khas jengkol yang kerap dikhawatirkan banyak penikmat makanan pun hilang dari produk Jengnyah. Semua berkat olahan jengkol berbumbu rendang racikan sang istri.

Pengusaha Yohanes ChandraEkajaya menuturkan bahwa kebanyakan orang yang awalnya tidak menyukai akan olahan jengkol, setelah mencoba dan mencicipi ketagihan akan sensasi yang di rasakan. Awalnya mungkin mereka masih berpikiran bahwa olahan itu sama saja dan tidak bisa menghilangkan rasa dan bau jengkol yang sangat khas, Namun anggapan itu sirna seketika setelah mencoba.

Kini penggemar makanan olahan jengkol ini pun semakin banyak dari hari kehari, Hal ini berdampak terhadap omset yang di dapat oleh seorang Yohanes Chandra Ekajaya. Pendapat semakin bertambah harga yang dibanderol pun terbilang sangat terjangkau, per kemasan dengan berat 200 gram, dia jual seharga Rp 15 ribu. Dengan harga itu, keuntungan per bulan yang didapat Chandra mencapai Rp 1,8 juta. 


Yohanes Chandra Ekajaya menuturkan bahwa dia akan terus memberikan olahan jengkol yang bisa dinikmati oleh penikmat kuliner nusantara. Cita-citanya adalah membuka cabang atau store penjualan di beberapa kota besar di Indonesia dan semakin memperkenalkan olahan jengkol kepada masyarakat.

Bagikan

Jangan lewatkan

Yohanes Chandra Ekajaya Usaha Olahan Jengkol Jadi Cemilan
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.