Kamis, 01 Desember 2016

Membuat Lampion Kertas Bersama Yohanes Chandra Ekajaya

Membuat Lampion Kertas Bersama Yohanes Chandra Ekajaya

Masyarakat Indonesia sebagian besar adalah muslim. Sebagai masyarakat Indonesia, pasti Anda semua mengetahui tentang tradisi lebaran, baik itu lebaran ketupat dan lebaran haji. Di Indonesia, sehari sebelum lebaran, pada malam harinya biasa diadakan pawai keliling yang disebut takbiran. Berdasar keterangan yang diperoleh Yohanes Chandra Ekajaya, dalam dua dekade ini transformasi takbiran sangatlah cepat. Bila pada zaman dahulu masyarakat menggunakan obor saat berkeliling, kini masyarakat sudah menggunakan lampion, bahkan lampion terbang.

Berdasar sejarahnya, lampion pertama kali diciptakan di negeri Tiongkok oleh dinasti Han. Yohanes Chandra Ekajaya juga mengatakan bahwa ada versi lain yang mengatakan bahwa lampion terbang diciptakan saat terjadi perang Samkok. Fungsi dari lampion ini pada awalnya adalah sebagai tanda pemberitahuan dari mata-mata untuk mata-mata. Jadi lampion merupakan salah satu perangkat spionase.

Untuk membuat lampion, Yohanes Chandra Ekajaya menggunakan bahan dari kertas minyak. Dengan menggunakan bahan dari kertas minyak, maka daya aerodinamis lampion terbang tersebut akan semakin bagus. Bahan dan peralatan yang digunakan untuk membuat lampion terbang pun tidak terlalu susah dicari, misalnya pisau, etanol, gunting, kertas minyak, kawat tembaga, potongan bambu, lem, dan sebagainya.

Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa pada prinsipnya membuat lampion terbang itu sama seperti membuat layang-layang. Bambu yang tipis-tipis kemudian dibentuk lingkaran. Kemudian ditempeli kertas, dan kawat tembaga dililitkan melingkar untuk menghantarkan panas supaya nanti lampion tersebut bisa terbang karena etanol yang dibakar.

Pada saat ini, fungsi dan peranan dari lampion terbang sudah bergeser dari maknanya di masa lalu, yaitu sebagai alat spionase. Menurut keterangan yang diperoleh Yohanes Chandra Ekajaya, fungsi dan peranan dari lampion terbang saat ini adalah sebagai simbol atau wujud rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta. Kemudian juga merupakan manifestasi doa yang dipersembahkan untuk Sang Pencipta.


Yohanes Chandra Ekajaya pun menambahkan bahwa fungsi dari lampion terbang saat ini juga bisa digunakan untuk merayakan hari besar atau hari raya dan acara-acara kebudayaan di tempat lapang. Sebab bila dilakukan di tempat sempit, nantinya bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Bagikan

Jangan lewatkan

Membuat Lampion Kertas Bersama Yohanes Chandra Ekajaya
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.